Bacaan Dzikir yang Shahih Setelah Shalat Fardhu Sesuai Sunnah

Berikut ini bacaan do’a/wirid zikir sesudah Sholat Fardhu (wajib) yang dijamin keshahihannya, dilengkapi dengan dalil agar dapat dipertanggungjawabkan di akhirat.

Bacaan ini Shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, bukan dzikir yang bersumber dari hadits lemah dan palsu yang dikarang-karang oleh manusia. Dilengkapi dengan rujukan dalil sehingga sudah dipastikan bahwa bacaan dibawah bukan mengada-ngada yang membuat anda menjadi mantap untuk mengamalkannya.

1. Membaca:

Astaghfirullah, (3x). Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikrom.

Aku minta ampun kepada Allah, (3 x). Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dariMu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.

Dalilnya adalah Hadits Shahih Riwayat Muslim No 591.

2. Membaca:

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Allahumma laa maani’a lima a’thoita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfau dzal jaddi minkal jaddu.

Tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalihnya yang menyelamatkan dari siksaan). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan.

Dalilnya adalah Hadits Shahih Riwayat Bukhari No 844.

3. Membaca:

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Laa hawla wa laa quwwata illa billah. Laa ilaha illallah wa laa na’budu illa iyyah. Lahun ni’mah wa lahul fadhl wa lahuts tsanaaul hasan. Laa ilaha illallah mukhlishiina lahud diin wa law karihal kaafiruun.

Tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujaan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepadaNya. Bagi-Nya nikmat, anugerah dan pujaan yang baik. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah kepadaNya, sekalipun orang-orang kafir sama benci.

Dalilnya adalah Dalilnya Hadits Shahih Riwayat Muslim No 594.

4. Membaca:

Subhanallah (33 x), Alhamdulillah, (33 x) Allahu akbar, (33 x). Laa ilaha illallah wahda, laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

Maha Suci Allah (33 x), Segala puji bagi Allah (33 x), dan Allah Maha Besar (33 x). Tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan. BagiNya pujaan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.

Dalilnya adalah Hadits Shahih Riwayat Muslim No 597.

5. Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas

Mana Dalilnya? Dalilnya Hadits Shahih Riwayat Abu Daud No 1523.

6. Membaca Ayat Kursi

Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum.
Laa ta’khudzuhuu sinatuw wa laa naum.
Lahuu maa fis samaawaati wa maa fil ardh.
Man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi idznih.
Ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum.
Wa laa yuhiithuuna bi syai-im min ‘ilmihii illaa bi maa syaa-a.
Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardha wa laa ya-uuduhuu hifzhuhumaa
Wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim.

TERJEMAHAN INDONESIA AYAT KURSI

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya).
Tidak mengantuk dan tidak tidur.
Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi.
Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya.
Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka.
Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya.
Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Dalilnya adalah Hadits Shahih Riwayat Ibnus Sunni No 124.

7. Membaca (khusus sholat Subuh dan Maghrib):

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumiit wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

Tiada Rabb yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya, bagiNya kerajaan, bagi-Nya segala puja. Dia-lah yang menghidupkan (orang yang sudah mati atau memberi roh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. (Dibaca 10 x)

Dalilnya adalah Hadits Hasan Gharib Shahih Riwayat Tirmidzi No 3474.

8. Membaca (khusus sholat Subuh, dibaca setelah salam):

Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyiba, wa ‘amalan mutaqobbala.

Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan amal yang diterima.

Dalilnya adalah Hadits Shahih Riwayat Ibnu Majah No 925.

Sumber:

– Hadits
– Fiqh Sunnah

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *